Sekolah-Sekolah di Berlin Diminta untuk Sebarkan Selebaran yang Gambarkan Nakbah 1948 Mitos

- 25 Februari 2024, 06:05 WIB
Ilustrasi sekolah-sekolah di Berlin diperintahkan untuk sebarkan brosur yang sebut Nakba 1948 mitos.
Ilustrasi sekolah-sekolah di Berlin diperintahkan untuk sebarkan brosur yang sebut Nakba 1948 mitos. /Joachim Herrmann/

LINGKARTANGERANG.COM - Jerman sebagai salah satu negara Eropa yang mendukung serangan Israel ke Gaza secara mengejutkan memerintahkan sekolah-sekolah di Berlin untuk menyebarkan selebaran anti Palestina.

Sekolah-sekolah di Berlin diketahui diminta menyebarkan selebaran yang menggambarkan peristiwa Nakba pada tahun 1948 sebagai mitos. Sesuatu yang tidak pernah terjadi secara nyata. Partai Sosial Demokrat (SPD) yang terkemuka di Jerman bersama Partai Demokrat Kristen yang merupakan oposisi diketahui sebagai pihak yang memberikan perintah.

Dalam pertemuan publik dewan distrik Neukolin di Berlin pada hari Rabu, 22 Februari 2024 sebuah mosi disahkan. Isinya menyebut, kantor distrik diminta untuk menganjurkan penggunaan selebaran #Mitos#Israel1948 di sekolah menengah Neukolin. Hal itu dilakukan untuk menghadapi narasi anti semit (anti Yahudi) dalam kerangka pendidikan sekolah.

Baca Juga: Kisruh di Parlemen Inggris saat Bahas Gencatan Senjata di Gaza

Neukolin sendiri adalah salah satu wilayah paling beragam dan internasional di Berlin dengan komunitas Palestina yang besar. 

Nakba 1948, Mitos Palsu tentang Pencurian Tanah

Menanggapi mosi yang beredar, kelompok parlemen sayap kiri Neukolin menggambarkan brosur tersebut sebagai pemutarbalikkan sejarah Mereka telah mengajukan amandemen terhadap mosi untuk mencegah peredaran brosur.

Dalam brosur setidaknya menjelaskan, ada tiga mitos seputar pembentukan negara. Mereka membantahnya dengan mengedepankan esai beberapa penulis.

Pada bagian pertama, selebaran membantah, orang Yahudi dan Arab hidup berrsama dalam damai sebelum Israel didirikan. Selain itu, mereka menolak, milisi pra negara Zionis,Haganah, bertanggung jawab atas penghancuran 531 desa Palestina dan pengusiran 700 ribu warganya anatara bulan Desember 1947 sampai musim panas 1948.

Mereka menyebut peristiwa sebagai gerakan perlawanan Yahudi yang bersifat defensif alias pertahanan.

Halaman:

Editor: Dwi Novianto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah