PM Israel Benyamin Netanyahu Sebut Tuntutan Hamas Cuma Delusi, Pasukan Israel Makin Dekati Rafah

- 18 Februari 2024, 09:13 WIB
PM Netanyahu tuntutan Hamas untuk gencatan senjata dan pembebasan tawanan Palestina sebagai delusi.
PM Netanyahu tuntutan Hamas untuk gencatan senjata dan pembebasan tawanan Palestina sebagai delusi. /Abir Sultan/

LINGKARTANGERANG.COM - Meskipun negosiasi untuk gencatan senjata masih terus berlangsung, kemungkinan perang terus berlanjut. Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu menolak semua tuntutan Hamas.

Tuntutan Hamas menyebutkan, pembebasan tahanan untuk gencatan senjata. Pengajuan tersebut saat negosiasi yang dijembatani oleh Qatar langsung mendapat penolakan PM Israel Netanyahu.

Bahkan, Israel berencana akan menyerang Rafah yang terletak di perbatasan Mesir, tempat sebagian besar warga Palestina berlindung dan mengungsi. PM Netanyahu menyebut tuntutan Hamas sebagai delusi alias khayalan karena mereka tidak akan mengabulkannya.

Baca Juga: Mahkamah Internasional PBB Peringatkan Situasi Berbahaya di Rafah, Israel: Perang Terus Berlanjut

Netanyahu juga mengatakan, pihaknya tidak akan menyerah dengan desakan internasional tentang negara Palestina. Semua hanya dapat terwujud melalui perjanjian langsung tanpa syarat.

"Israel di bawah kepemimpinan saya akan terus menentang keras pengakuan sepihak atas negara Palestina," kata Netanyahu sebagaimana dikutip LingkarTangerang.Com dari Reuters, Minggu 18 Februari 2024.

"Suatu pengaturan hanya dapat dicapai melalui negosiasi langsung kedua pihak tanpa prasyarat," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Hamas Ismail Haniyeh menyalahkan Hamas atas ketidaksepakatan yang terjadi.

Kelompok perjuangan Palestina di Gaza tersebut mengatakan, Hamas tidak akan menerima apapun selain penghentian total permusuhan, penarikan Israel dari Gaza, dan pembebasan tahanan Palestina yang sudah berada lama di penjara-penjara Tel Aviv.

Halaman:

Editor: Dwi Novianto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah